AhLaN_wA_sAhLaN.....,

Sejenak mengayuh Biduk, mendayung perahu “dakwah” ... Sejenak, aku merenung bahwa hakikat perjuangan itu adalah pengorbanan, mungkin jika pengorbanan itu bersifat materi tentu, bisa dicari ganti,.....Tapi jika rasa sakit itu menyerang hati, susah nyembuhinnya
Rabb ajari kami untuk dapat mencintai hanya karenaMu, melabuhkan rindu hanya untuk memandang NuurMu........
Rabb...ajari kami yang masih kerdil, ajari kami untuk selalu ikhlas dalam memperjuangkan dien ini....
Rabb...muarakan cintaku pada tempatnya yang tepat, sehingga aku bisa mencintaiMu lebih dari segala yang pernah aku cintai, akan aku cintai, dan aku cintai.......

ini Blognya "affah_007" nick name:yULiE old : 22 mUSLim4H address: Jogja City Center of Party Information )l( )l( )l( "jihad never sleep, mujahid never die"
syahiddah lover Affah_Site's Berjanji takkan berlalu pergi Kasih pasti kan bersemi nanti Mencipta sinar bahagia bersama Aku akan buktikannya Ke akhir nafasku ini

|
|
Tuesday, March 08, 2005
.:. S4aT diRi h4RuS bEraNj4K pErGi.... .:.
Ku tulis ini untuk Ibunda dari seorang partner dakwahku.. Bunda* maafkan aku.................(Memang tak layak bagiku merebutnya dari sisimu.....)Bunda tersayang... Bunda yang melahirkan mujahid yang begitu cerdas dan sholeh.... Jika “milikmu” seolah terenggut dari “pelukanmu”.... Percayalah Bunda, bahwa itu semua adalah karena dalam rangka dakwah padaNya
Bunda yang sangat kuhormati.... “Mutiaramu” itu memang sangat berharga, bahkan tidak hanya bagimu, tapi juga bagi dakwah ini...
Bunda yang kucintai.... Dakwah ini butuh “jundimu”, jundi yang kuat fikr, kuat jasad, dan segalanya... Mutiaramu mempunyai sebagian dari yang dakwah butuhkan... Tidak karena apa-apa Bunda,... Tapi Bunda, akan sayang sekali jika potensi itu mati tidak menjadi tidak berarti...
Tapi Bunda,... Jika karena amanah itu harus segera tunai... Maka tentulah ikhlas hati ini untuk melepasnya Namun izinkan “dia” kembali menjadi “mutiara” bagi kami, setelah amanah itu terpenuhi....
Bunda yang kuharap dukunganmu... Mohon maaf jika cara-cara kami tidak berkenan di hatimu Engkau lebih berpengalaman dariku, karenanya... Bimbinglah kami menjadi lebih benar dan ahsan dalam berjalan......
Bunda... Kutulis ini, karena aku sangat sedih jika Bunda tak meredhoinya, tak meredhoi “mutiaramoe” atas segala aktivitas dakwahnya.
Bunda,.... Sungguh, semua ini kutulis karena kita semua berharap syurgaNya
Bunda..., yang ingin sekali kubisa dekat denganmoe... Akoe takkan segan-segan berbakti padamu layaknya orangtuaku, Karena bagiku, siapapun “Bunda” bagi mujahid/dah dakwah ini dan begitu mendukung dengan sepenuh hati, maka engkau adalah Bundaku juga...
Bunda..... Senyum tulusmu, Sapa riangmu, Adalah impian yang selalu kuinginkan terwujudkan untukku... Bunda yang kuharap keikhlasanmu.... Aku memang tidak seperti yang engkau bayangkan keberadaannya, Hanya ingin kutulis saja, bahwa aku sangat mencintaimu, Dalam bait-bait doaku, tak pernah lalai kumohonkan pada Alloh swt, Agar curahan rahmatNYA menghadirkan cinta dihatimu, untukku...
Bunda... Semoga ketika engkau membaca surat cinta dan curahan hati ini, maka hadirkanlah maaf untukku yang tak berarti ini.... Yogyakarta, 4 Maret 2005 Saat harus “making decision” “Rabb, sampaikan beribu-ribu salam dan permohonan maaf kepada Ibunda dari seorang partner dakwah hamba. Curahkan kasih sayangMOE dan lembutkan hatinya untukku.....”* bunda dari seorang sahabat perjuangan
Posted at 07:42 am by rie_za007
Permalink
Tuesday, March 01, 2005
Kiat Memulai Hidup Berumah Tangga prayoga.net - Kesalahpahaman, ketidaksesuaian, pertentangan dan pergesekan lain sering terjadi pada keluarga muda. Wajar, karena masing-masing berlatar belakang berbeda. Bagaimana menyelesaikannya? Kenali keluarga. Itulah sebabnya jauh sebelum seorang pemuda berniat mengawini muslimah, Rasulullah berpesan untuk mempelajari bentuk asal usul calon pasangan hidup. Mengenal pribadi-pribadi dalam keluarga si calon, mengenal cara hidup, prinsip hidup, dan kebiasaan-kebiasaan yang sudah mentradisi dalam keluarga itu. Bisa jadi, pengenalan terhadap keluarga ini jauh lebih penting daripada kenal terhadap calon pasangan itu sendiri! Tidak percaya? Ibnu Majah dan Ad-Dhailami meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Pilihlah untuk air mani kamu sekalian, karena sesungguhnya keturunan itu kuat pengaruhnya.” Begitu juga Ibnu Adi dan Ibnu Syakir telah meriwayatkan dari Aisyah secara marfu’ tentang hadits Rasulullah : “Pilihlah untuk air mani kamu sekalian. Karena sesungguhnya wanita-wanita itu melahirkan orang-orang yang menyerupai saudara laki-laki dan perempuan mereka”.
Keluarga, bagi setiap orang adalah lingkungan khusus yang punya ciri khas tersendiri. Ini menyebabkan para anggota keluarga mempunyai kesatuan emosional yang kuat dan jadilah keluarga sebagai sebuah kelompok yang menyenangkan. Kebiasaan-kebiasaan yang ada di dalamnya bisa tetap berakar hingga akhir hayat.Betapa kuat pengaruh lingkungan keluarga, pernah diselidiki oleh para ahli terhadap sebuah keluarga yang punya kebiasaan berbuat jahat, mulai berjudi, mencuri dan merampok. Ternyata sampai tujuh generasi berikutnya, sebagaian besar anggota keluarga mewarisi kebiasaan buruk tersebut. Rata-rata mereka menjadi pejudi,ada yang meneruskan profesi sebagai pencuri dan rampok.
Seorang yang berasal dari keluarga cukup, tentunya terbiasa hidup serba bersih. Ibarat tak ada sehelai rambut pun yang belum tersapu setiap hari di rumahnya. Tak sesudut ruangan pun yang ditata tanpa cita rasa seni. Orang yang seperti ini bisa muntah karena bau kamar mandi yang kehabisan kapur barus, atau ia segera menjadi tak kerasan bila keadaan rumah berantakan.Sebaliknya, orang yang dibesarkan dalam rumah kecil dengan kehidupna sederhana, sudah terbiasa dengan tali jemuran malang melintang di dalam rumah dengan bau baju yang pengap karena hari hujan. Pakaian pun ditumpuk sekedarnya, karena tak memiliki lemari yang cukup untuk menyimpan pakaian sembilan orang anggota keluarga. Orang dengan kebiasaan hidup seperti ini seringkali tak lagi bisa menghargai keindahan. Bagi mereka, rumah yang bersih dan menawarkan keindahan adalah mubazir. Yang penting rumah bisa berlindung, tempat makan, tidur, itu sudah cukup.
Kedua golongan ini akan mempunyai banyak masalah jika bertemu dan menjadi pasangan hidup. Masalah-masalah sepele, tapi karena telah terjadi hampir setiap hari, bisa menjadi besar.Bekas yang hilangSelain kebiasaan umum yang berlaku dalam sebuah keluarga, ada juga hal-hal khusus yang dialami seseorang di masa kecil yang turut menentukan perkembangan wataknya. Satu missal tentang kedudukannya dalam anggota keluarga. Seorang anak perempuan di antara enam bersaudara kandung laki-laki mungkin akan tumbuh gadis tomboy yang kasar. Si anak sulung tumbuh menjadi orang yang terbiasa kerja keras, misalnya, sementara si bungsu bisa jadi terbiasa dilayani.Ada juga peristiwa-peristiwa khusus yang menimbulkan pengaruh besar atau bahkan trauma, sehingga membekaskan satu sifat khas, ada istri yang sulit untuk bisa mempercayai suaminya. Segala tindakan suami ditanggapi penuh kecurigaan dan prasangka buruk. Ternyata istri ini mempunyai pengalaman buruk terhadap ayahnya di masa kecil. Sebelum kedua orang tuanya bercerai, selama bertahun-tahun ia menyaksikan bagaimana ayahnya sering marah-marah, menampar, memukul ibu di depan matanya, hanya karena persoalan-persoalan kecil.
Seorang anak yang menderita sakit parah hingga bertahun-tahun di masa kecil, menjadi terbiasa dilindungi dan dilayani oleh kakak-kakak dan orang tuanya. Ketika dewasa ia tetap meminta hampir setiap orang untuk melayani dan menyenangkan dirinya. Ia tumbuh menjadi orang yang tak mau tahu perasaaan orang lain.
Saling pengertian
Setiap orang pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ini adalah prinsip utama dalam hidup bersuami istri. Saling memahami kekurangan masing-masing, saling tenggang rasa dan penuh pengertian, tidak membesar-besarkan kekurangan pasangan hidupnya. Sebaliknya, berusaha memahami dan menutup mata terhadap kekurangan teman hidup itu, sambil terus mencari-cari kelebihannya, memperhatikan dan memikirkan segi-segi baiknya.
Janganlah terlalu menuntut suami atau istri untuk mau mengubah sifat dan kebiasaan hidupnya. Apalagi jika sifat dan kebiasaan itu bentukan dari keluarga semenjak masa kecil. Dapat diibaratkan dengan sebuah revolusi besar dan butuh proses amat panjang.
Kunci penting lainnya dalam masalah ini adalah keterbukaan antara suami dan istri. Suami harus tahu sifat-sifat mana saja darinya yang tak disukai istri. Begitu juga sebaiknya, jangan sampai ada ketidaksenangan yang mengganjal di hati.
Selanjutnya, saling memahami dan mau mengerti kekurangan masing-masing. Lebih baik lagi jika ada keinginan untuk mau sedikit menyesuaikan diri.Mengharap memperoleh pasangan yang sempurna tidaklah mungkin ada. Mencari yang sesuai sifat dan kebiasaan pun teramat sulit. Jauh lebih penting mencari pasangan yang seide, seaqidah, karena di sanalah pokok dari segala permasalahan. Jika pokoknya sudah sama, persoalan-persoalan selanjutnya bisalah diatasi. Tapi jika pokoknya saja sudah bertentangan, ikatan kebahagiaan mudah sekali goyah. Nasihat terakhir bagi segenap insan yang telah menikah, kesiapan anda untuk berkeluarga sama artinya dengan kesiapan untuk berkorban, lebih mementingkan kepentingan keluarga baru daripada kepentingan pribadi. Bersiaplah untuk mengubah diri, sifat, dan kebiasaan lama, untuk disesuaikan dengan kebutuhan keluarga baru anda. Kemudian bersama istri dan anak-anak, menentukan sebuah langkah baru, sifat, dan kebiasaan kekeluargaan yang islami.
Posted at 09:00 am by rie_za007
Permalink
Thursday, January 20, 2005
ba'da sholat iedul 4dHa...
Ya Allah... Jika ini yang terbaik buat hamba, maka kokohkanlah pijakannya Jika ini yang harus hamba jalani, maka tunjukkan jalannya Jika ini adalah tarbiyahMU, maka jadikan hamba semakin dekat padaMU
Ya Allah... Cukuplah kiranya tetesan air mata ini mewakili semua yang hamba rasakan Ketakutan, harapan itu...
Ya Allah... Ya Qowiyyu... Jangan goyahkan pijakan ini Pun ketika hamba harus tergoncang berkali-kali Karena hamba hanyalah manusia yang penuh kelemahan dan ketidak berdayaan
Ya Allah... Tapi hamba ingin dengan ini semua ini hamba semakin mencintaiMU Semakin tunduk dan patuh padaMU
Ya Rohman... Ya Rahim... Limpahkan kasih sayangMU pada “mereka” Bukalah hati mereka, ... Dekatkan hati-hati kami pada ”mereka” Jauhkan dinding pemisah itu.. Hingga yang tersisa adalah hanya pengharapan penuh padaMU
Ya Rabb... Kabulkan doa ini....
”mereka”= MAMAH dan PAPAHnya ‘Nda
Posted at 09:36 am by rie_za007
Permalink
Wednesday, January 19, 2005
::. Dan Mungkin Bila Nanti.........:: Rabb... Deraan, demi deraan ini serasa membuat kaki ini kaku tak bergerak Ya Allah... Serasa putus asa hampir menyapa, tapi TIDAKKKKKKKKKKKKKKK Aku memang tidak akan membuktikan janjiMU Rabb, karena aku ingin dan berusaha meyakinkan diriku bahwa JanjiMU adalah pasti...
Dan mungkin bila nanti... Saat keputusanMU telah tiba, tak ada yang bisa menolak kuasaMU
Segera perbaiki diri, doa, dan segala ikhtiar harus dioptimalkan,..
ayo Ukh, Anti bisa.... Layukallifullaahu Nafsan Illa Wus'ahaa.....
Posted at 11:25 am by rie_za007
Permalink
Wednesday, December 22, 2004
Fabiayyi ‘alairrobikuma tukadzdziban…. Maka Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Subhaanallaah, walhamdulillaah..walaillahaillaahu…wallaahuakbar……. Nikmat mana lagi ya Allah, yang dapat aku aku dustakan dariMU setelah sekian banyak kenikmatan-kenikmatan yang tidak dapat aku tulis dan kuucapkan. Tak kan pernah cukup, biarpun setiap detik kuucapkan alhamdulillah sebagai rasa syukurku……..begitu luas rahmanMu ya Rabb…………
Ya Allah, inikah jawaban atas doa-doa yang selalu aku panjatkan, dengan deraian air mata, karena KHAUFku padaMU, dan ROJA yang menggunung padaMU, Ya Mujib…. Begitu banyak….begitu luas…begitu tak terhitung nikmat yang kudapat dariMU, sungguh dan nikmat yang paling berharga adalah ENGKAU fahamkan kami dengan apa yang harus kami jauhi dan harus kami tunaikan.. Dan, peringatan itu…subhaanallaah, tidakkah itu bukti kasih sayangMU pada kami? Ya Allah………ALHAMDULILLAAH..sungguh semakin TUNDUK dan PATUHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1 Wat someone yang udah mengerti akan “KEKUATAN” ini, makacihhhhh banget sudah mengerti apa yang kuingini………………….hanya Allah yang tau diri ini sangat bersyukur…. ALHAMDULILLAAH… INCULS’s Room, 22 Desember 2004
Posted at 09:17 am by rie_za007
Permalink
Friday, December 17, 2004
.:. Ketika Akhirnya Saat Memutuskan Itu Tiba ... .:.
Eramuslim.com - Ketika akhirnya saat memutuskan itu tiba… Aku tahu aku kehabisan cara untuk mencari-cari alasan, hal yang selalu aku lakukan saat berhadapan dengan kata: menikah. Bayangan tentang sosok seorang pria yang akan selalu ada disampingku selama aku ada di dunia, seseorang yang akan jadi orang yang paling tahu tentang diriku, bahkan lebih dari ibuku. Lalu aku merasa akan tertelanjangi luar dalam. Rasa ini yang mungkin pernah membuatku ragu untuk segera menikah.
Aku memang seorang perempuan yang tak ingin merasa terikat. Aku selalu membayangkan diriku seekor kijang yang berlari dengan bebasnya di dalam rimba raya tanpa ada siapapun dan apapun yang membuat kaki lincahnya berhenti melompat. Kenikmatan dalam melakukan keinginan-keinginanku nampaknya membuatku begitu segan memiliki seseorang yang aku pikir bisa membuat langkahku terseret. Sementara rimba ini begitu luas dan aku cuma ada ditepian sebuah danau saja. Aku masih ingin melakukan apa pun kemanapun sesuai keinginan. Menikmati hidangan Allah di alam ini. Tak peduli apa yang orang katakan, tak peduli apa yang orang inginkan denganku. Aku merasa paling berhak dengan kehidupanku. Sosok suami bisa menjadi hambatan bagi kemajuan seorang perempuan karena ia dituntut untuk patuh pada suaminya. Mungkin itu gambaran yang sedikit banyak mempengaruhi pikiranku. Belum lagi ketika harus hadir seorang anak.
Namun kini ketika tiba-tiba ada sebentuk cinta sederhana yang ditawarkan kepadaku, aku termanggu. Tak bisa aku berkata. Tulus, apa adanya. Segala teori dan argumentasiku membisu. Tiba-tiba ada rasa aneh yang mengelus rasaku, dan aku tahu itu kerinduan. Rasa ingin dilindungi, rasa nyamannya berteduh. Rasa ingin disayangi, ingin menjadi orang yang istimewa untuk seseorang, ingin merasakan indahnya berkorban, bahagianya memberi. Bagaimana rasanya dipaksa untuk memahami orang lain hingga keterpaksaan itu bermuara pada keikhlasan. Ingin mencoba memaknai kepatuhan dari sudut pandang Allah, merasakan apa maksud Allah menyuruh seorang istri patuh pada suaminya.
Rasa ini menjelma menjadi sujud-sujud panjang yang basah di tengah sunyinya malam. Begitu lama aku belum lagi merasakan kemesraan berkhalwat dengan-Nya. Entah mengapa hadirnya nama seorang pria membuatku ingin sekali lagi memeluk Allah dan berbisik; Tuhan, diakah cinta dari-Mu? Allah… benarkah ini?...
Ditawarkan sebuah cinta dari hamba-Nya, aku malah berlari mengejar kasih-Nya. Malam-malam sunyi yang biasanya membuaiku kini aku terangi dengan rakaat-rakaat panjang diakhiri bisikan basah yang jatuh di tanganku. Memohon ilmu-Nya yang menyamudra memilihkan yang terbaik untukku. Menyerahkan jiwa ragaku dalam tangan-Nya. Meluaskan hati ini untuk cinta-Nya. Aku benar-benar merasa jatuh cinta pada-Nya. Duhai… apakah ini?... Hadirnya pria itu membuatku begitu dekat dengan Allah. Inikah jawabannya, Kekasih?...
Kebersamaanku dengan Allah menuaikan keyakinan dalam diriku. Dia seperti membisikkan entah dengan apa, tapi aku merasa yakin ini benar, bahwa inilah jalan kebaikan yang Allah bukakan untukku. Pintu ini dan saat ini.
Maka ketika Allah telah membuka pintu-Nya untukku, seberapa hebatkah diriku menolak untuk melangkah ke dalamnya? Mungkin aku tak tahu apa yang akan aku hadapi saat melewati teras rumah-Nya, tapi aku tahu Dia ada bersamaku, di dalam diriku.
Dan aku akan punya seseorang yang akan selalu menggandeng tangan dan menguatkan langkahku, menuju diri-Mu, Allah…
For whois will be my beloved brother, berjuanglah---pray for U
Posted at 11:28 am by rie_za007
Permalink
Thursday, December 16, 2004
.:. Indonesian Moslem Blogger .:.
Alhamdulillah bisa bergabung....
Posted at 11:30 am by rie_za007
Permalink
Saturday, December 11, 2004
.:.Wanita k4RiEr.:. (?...)
10/12/04 9:55:15
Adakalanya, aku bercerita dan sharing experience dengan temen-temen akhwatku, begitu banyak ilmu-ilmu baru, belajar dari berbagai kharakter akhwat, dari yang paling lembut hingga yang paling keras. Terkadang jujur saja, aku ingin menjadi salah satu seperti mereka, tapi aku berbalik lagi, Allah telah menciptakan hambaNya, dengan sebaik-baik penciptaan. Sehingga, aku pun tersadar, tidaklah mungkin aku menjadi seperti mereka, yang harus aku perbuat adalah, aku memfilternya untuk menjadi suplemen bagi perbaikan diri. Baik yang sesuai dengan karakterku, atopun tidak sesuai dengan karakter pribadiku. Akupun harus pandai-pandai menempatkannya pada diriku.
Seperti ketika aku share masalah pekerjaan, dalam pikiranku, aku harus mempunyai penghasilan sendiri, bukan untuk membalas kebaikan orang tuaku yang telah bersusah payah mendidik diriku dari orok hingga aku se”tinggi” ini. (he...he...), karena aku tahu seberapa juta ton emas yang aku berika keorang tuaku pun tak bisa membalas jasa-jasanya pada diri ini, karena 3 amalan sholeh setelah kematian manusia adalah salah satunya adalah DOA ANAK yang SHOLEH/HAH. Sungguh, karena itu aku ingin menjadi anak yang sholeh, dan dalam tulisan ini tidak perlu dijelaskan bagaimana menjadi anak yang sholeh, terlalu panjang dan aku rasa sudah mengerti semuanya. .
Kembali ke masalah pekerjaan, bagiku aku harus mempunyai penghasilan sendiri, apalagi ketika aku sudah lulus kuliah, tidak ada salahnya mencoba tidak lagi bergantung pada orang tua. Hingga yang dalam pikiranku adalah, aku harus bekerja dengan niatan ibadah, sekaligus aku memperoleh penghasilan, bukankah dengan begitu dua keuntungan aku peroleh? Pun dengan menajdi seorang karyawan, wiraswasta, bukankah, akhir-akhir ini aku sudah seidikit faham dengan hal ini. Sungguh, ketika ada ungkapan, wanita kan tidak wajib untuk bekerja, a gree!! Tapi, aku kan belum menikah, peluangku untuk mencari pengalaman di berbagai bidang masih terbuka luas...(bukan untuk mencari kebebasan), dan ini juga (mungkin....)karena jiwa petualangku, aku selalu tergerak untuk mencoba hal yang baru, apalagi jika itu menguntungkanku dalam hal materi khususnya (dalam kesempatan kali ini, kan yang dibahas masalah materi?), jadi bukan karena materialistis. Dan, ketikapun mempunyai penghasilan bukankah terbuka lebar untuk lebih bisa banyak berinfaq dan bersedekah, wallahu ‘alam bishshowwab. Setiap manusia dihisab secara individu tidak secara kolektif, jika boleh berargumen, tidak mungkinkah kita bersikap “egois” ketika sudah pada ‘berapa amalan yang kita punya?”. So, fastabiqul khoirot!!!! .
Tapi ketika, sudah bersuami? Aku pikir sama saja, seorang wanita tidak mempunyai kewajiban untuk mencari nafkah! Karena itu kewajiban seorang suami. Tapi, bukankah pengalaman yang diperoleh semasa gadis tidak akan pernah bisa dibeli dengan apapun? Waktu tidak dapat kembali ukhti......! .
Kita tidak tahu, berapa usia yang diberikan Allah pada suami kita, untuk bersama-sama dengan kita? Ketika kemungkinan terburuk, suami mendahului kita menghadap padaNya (ya Allah, aku minta beri aku suami yang bisa menemaniku hingga kututup mata ini...). bukankah kita sudah siap, jika kewajiban suami sudah tidak bisa tertunaikan, pun ketika suami harus berhijrah karena suatu hal dan kita tidak bisa mengikutinya, subhaanallah, .... .
Jika saja, dibolehkan manusia menyembah manusia, maka seorang istri diwajibkan menyembah suaminya, tentu saja, beberapa hal di atas harus tetap mengacu pada keredhoan suami. Sepanjang dalam kebaikan, jika suami tidak redho kita bekerja ya sudah, jangan ngoyo, karena kewajiban setelah bersuami adalah tho’at dan patuh padanya, apalagi ketika sudah mempunyai jundi (uh...kapan yah?), tentu sebagai tarbiyatul aulad lah kita, so wanita karier, ibu rumah tangga, ato apapun sebutannya, jika boleh berpendapat, sama saja, kodrat kita sebagai wanita, dan yang paling penting bahwa tugas utama kita sebagai kholifah, dan sebagai seorang muslim, tidak boleh terlupakan. Islam itu selamat, tapi muslim itu penyelamat jadi tugas dakwah kita tidak boleh terabaikan, pernikahan kita adalah pernikahan dakwah, ucapan kita adalah ucapan dakwah, pekerjaan yang kita lakukan di manapun tempatnya, di instansi pemerintah, sebagai guru, sebagai apapun maka kita dalam rangka dakwah, so NEVER ENDING DAKWAH, jihad never sleep, mujahid never die, this writing dedicated for someone is will be my beloved brother!!!! Anyone!!!!! .
Finished at:10/12/04 10:34:08 INCULS’s_room of cool
.
NB: tapi, aku pikir lebih baik lagi, jika seorang wanita yang bekerja adalah sesuai kodratnya sebagai pendidik, so......mungkin menurut pandangan ane proefesi guru yah yang paling tepat?wallaahu ‘alam bishshowab, berbuatlah sesuai kemampuan dan kadar yang kamu miliki.
Posted at 10:42 am by rie_za007
Permalink
Saturday, December 04, 2004
.:. BERSELIMUT PERIH YANG MENGUATKAN .:.
Saat perih menyapa, ketika khauf menerpa... Ya Alloh... Kau tunjuki jalanMU.. Bahkan dada ini hingga sesak, menahan buncah tangis yang akan pecah.. Subhaanalloh, sekali lagi hanya itu yang terlisankan Ketika, ketakutan akan bukan redhoNYA Tapi... ya Alloh... Sungguh, diri ini sangat bersyukur atas segala apa-apa yang ada padaku saat ini Hingga, kekuatan itu begitu mengangkatku Mengangkatku dari tempat yang sama sekali tidak pernah nyaman buatku Rabb... Ketika, aku hanya selangkah padaMU Begitu, luas dan besarnya rahimMU Engkau berlari padaku Bagaimana jika aku berlari menujuMU.. Subhaanalloh, tak terbayang betapa nikmatnya bermuwajaha denganMU
Rabb... Sisa waktu yang ada, Sisa usia yang tinggal seberapa, Sisa nafas yang kadang tersengal, Ijinkan, Ijinkan..... Tetap ada cinta dihati ini, untuk bisa lebih mencintai dan mencintaiMU
Rabb... KOKOHKAN HATI INI HANYA BERHARAP PADAMU
Posted at 11:10 am by rie_za007
Permalink
Subhaanalloh, hanya ucapan itu yang bisa kulantunkan ketika bersa diri ini jatuh dari tempat ketinggian... Rabb,... Berbalur Khauf dan Roja' padaMU, sehingga terwujud dalam tetesan air mata yang mengalir deras dalam munajatku padaMU Rabb,... Sungguh kuminta belas kasihMU, Ijinkan aku tetap Roja' padaMU Pada kealpaan diri yang sungguh tidak berarti
Rabb,... Semakin kuatkan aku dengan kealpaan ini Jika harus dengan seperti ini aku begitu bisa merinduiMU dan mencintaiMU Maka, aku akan rela sepenuh jiwaku... Rabbul Izzati... Hanya darimulah diri ini berasal dan sesungguhnya, akupun akan kembali padaMU
Rabb,... Kuingin tetap seperti ini, selalu bisa menikmati bagaimana nyaman dan savenya berkholwat denganMU Rabb,.... Fawatsiqillaahumma Roobithootaha Addim Wuddaha Wahdihi Subulaha.....
Posted at 11:00 am by rie_za007
Permalink
|
|
|